JAKARTA — PT Telkom Akses (Telkom Akses), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkenalkan LENSA Invoice Material, sebuah platform digital yang memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR).
Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan proses administrasi penagihan mitra material proyek, mulai dari tahap verifikasi hingga pembayaran secara end-to-end.
Kehadiran inovasi ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mempercepat agenda transformasi digital sekaligus memperkuat tata kelola bisnis berbasis teknologi.
LENSA Invoice Material atau Intelligent Vendor Input Document & Disbursement merupakan sistem terintegrasi yang mengubah mekanisme penagihan material dari proses manual menjadi digital sepenuhnya.
Jika sebelumnya proses dilakukan secara fisik dan berisiko terjadi kesalahan, kini seluruh tahapan berjalan otomatis, paperless, lebih cepat, dan presisi. Meski terdigitalisasi, sistem ini tetap menjunjung tinggi prinsip kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses Hery Sofiaji, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan.
“LENSA Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance,” ujar Hery.
Sebelum transformasi ini dijalankan, administrasi proyek masih bergantung pada dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi bertingkat dari area hingga kantor pusat.
Kondisi tersebut sering menimbulkan pemborosan sumber daya, peningkatan biaya operasional, serta keluhan mitra akibat lamanya proses pembayaran.
Kini, melalui LENSA Invoice Material, seluruh rangkaian proses, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran, ditangani melalui digital automation dengan dukungan RPA untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik dan teknologi OCR untuk membaca serta memvalidasi dokumen secara otomatis.
Penerapan sistem ini memberikan hasil yang terukur, termasuk efisiensi biaya operasional melalui pengurangan kebutuhan cetak dan distribusi dokumen yang diproyeksikan mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun.
Proses penandatanganan dokumen juga dapat diselesaikan dalam waktu hingga 3 x 24 jam berkat penggunaan tanda tangan digital dan e-meterai.
Selain meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dengan mengalihkan pekerjaan administratif ke tugas yang lebih strategis, sistem ini juga mempercepat dan membuat proses pembayaran lebih terprediksi sehingga berdampak positif terhadap arus kas mitra serta meningkatkan Index Partnership Satisfaction.
Sejalan dengan arah strategis perusahaan, Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai LENSA Invoice Material sebagai instrumen penting dalam mempercepat siklus bisnis dan memperkuat kemitraan.
“Dari perspektif bisnis dan strategi, LENSA Invoice Material kami dorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional di fungsi procurement dan vendor management,” katanya.
“Dengan proses penagihan yang terstandardisasi, terotomasi, dan transparan, kami dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Djoko.
Menurutnya, sistem ini juga memberikan kepastian proses bagi mitra material sejak tahap pengadaan hingga pembayaran, sehingga mitra dapat lebih fokus pada kualitas dan kecepatan eksekusi proyek tanpa terbebani proses administrasi yang berulang.
Setelah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 serta evaluasi selama satu tahun, LENSA Invoice Material kini resmi diimplementasikan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026.
Proses implementasi ini melibatkan sinergi lintas fungsi strategis, termasuk Unit IT, Procurement, Inventory, dan Finance, serta memperoleh dukungan penuh dari jajaran Board of Directors dan senior leaders TelkomGroup sebagai bagian dari percepatan transformasi digital perusahaan.









